Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Pupuk Urea & NPK Untuk Produksi Pupuk Humat & Urea Fosfat dalam Peningkatan Ketahanan Pangan & Hasil Pertanian di Indonesia

SHNet, Jakarta – Antara limbah dan ketahanan pangan mungkin akan dibayangkan berupa sesuatu yang saling bertolak belakang. Tapi apa pun yang ada di alam ini pada prinsipnya punya perannya masing-masing untuk bermanfaat dalam kehidupan ini.

Hal itulah yang mengilhami Dr. Siswanto, DEA bersama Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) untuk mengembangkan sesuatu bahan buangan atau limbah untuk digunakan sebagai zat tambahan pupuk atau yang lebih dikenal dengan nama ‘humat’.

Humat pada dasarnya digunakan dalam pertanian sebagai zat tambahan pupuk untuk meningkatkan efisiensi pupuk terutama input pupuk berbasis nitrogen dan fosfor. Bentuk garam lain dari asam humat diproduksi, terutama natrium humat yang digunakan dalam suplemen kesehatan hewan. Produk ini juga dapat digunakan dalam lingkup ‘Aquaculture’.

contoh humat yang dikembangkan PPBBI

Tapi humat yang dibuat oleh Dr. Siswanto ini lain daripada yang lain, teknologi yang dipakai adalah pemanfaatan limbah pabrik urea dan pabrik NPK
untuk produksi pupuk humat dan urea fosfat. Teknologi ini yang pertama di dunia dan belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Dari pemanfaatan limbah tersebut, teknologi ini mempunyai beberapa keuntungan yang membuatnya layak disebut karya unggulan, diantaranya tentu saja meniadakan biaya pengolahan limbah cair sekitar ± Rp 30 s/d 50 milyar per tahun. Kemudian teknologi tersebut bersifat “Zerro Waste”: Mengurangi beban
cemaran,memenuhi standard baku mutu limbah dan aman terhadap lingkungan. Selain itu dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Siswanto dan kawan-kawan dihasilkan pupuk Humat dengan nilai jual tinggi atau pun pupuk Urea Fosfat.

Hal itu tentu bisa sangat membantu program pemerintah dalam swasembada pangan & peningkatan produktivitas pertanian lainnya, lagi pula substitusi impor produksi Humat dalam negeri masih rendah dan pengadaannya berpotensi dikembangkan pabrik humat di Indonesia dengan biaya murah.

Pupuk Humat telah diproduksi secara komersial di PPBBI sejak Juni 2010 s/d Juni 2015, yaitu humat padat ± 237.000 kg dan humat cair ± 300.000 liter. Pemasaran produk pupuk Humat telah dikerjasamakan dengan beberapa pihak mitra yaitu PT. Andalan Chemist Indonesia, Jakarta, kemudian PT. Agrimas Citra Mandiri, Surabaya, serta PT. Maxindo (Maxima Agro Indonesia), Purwokerto. Sementara produksi Humat skala besar sedang dinegosiasikan dengan PT. Pupuk Kaltim dan PT. Pupuk Indonesia Holding Company.

Hasil produk Urea Humat cair dan padat, dapat digunakan untuk keperluan sendiri lingkup anak perusahaan PT. Pupuk Indonesia antara lain sebagai
pewarna pupuk urea dan NPK subsidi atau non subsidi, serta untuk coating urea, NPK dan pupuk organik.

Sedangkan hasil pupuk urea fosfat dapat dijual sebagai pupuk NP digunakan sebagai pupuk cair, pupuk cair fertigasi atau untuk produksi pupuk NPK granul.

Pendirian pabrik pupuk Humat oleh PIHC (PT. Pupuk Indonesia) sangat layak dilakukan karena biaya murah dan harga jual tinggi dengan memanfaatkan limbah urea cair (LUC) dan limbah debu NPK cair sebanyak ± 348.000 ton/tahun sehingga diperoleh pupuk Humat ± 315.195 ton/ tahun senilai ± Rp 13,6 trilyun/tahun, dengan keuntungan bersih ± Rp 10,2 trilyun/ tahun.

Jika digunakan untuk lahan pertanian (pangan, perkebunan dan hortikultura) di Indonesia seluas 38,3 juta Ha, maka kebutuhan pupuk Humat ± 382.810 ton /tahun.

Oleh karena itu tidak berlebihan dikatakan dari limbah bisa membantu dan meningkatkan ketahanan pangan. Tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan setidaknya bisa terpenuhi lewat program pengembangan teknologi ini. Kini tergantung pada pemerintah sendiri saja, karena Kebijakan sebuah negara dapat mempengaruhi akses masyarakat kepada bahan pangan.

Jika semua dilakukan untuk kemajuan serta kesejahteraan masyarakat belaka, menjadikan pangan sebagai hak warga negara dan ketersediaan pangan berharga murah per bulan bagi rakyat, tentu sangat membantu untuk menghapus angka kemiskinan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *