KCR60, Kapal Perang Buatan Bangsa Sendiri

SHNet, Surabaya - Indonesia secara geografis merupakan sebuah negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan lebih besar daripada daratan. Negeri kita merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, pulau-pulaunya terbentang dari timur ke barat yang sepadan dengan jarak antara London dan Siberia, serta berjarak sekitar 2.500 km dari utara ke selatan.

KCR60

Ini juga bisa dilihat dari panjang garis pantai di hampir setiap pulau di Indonesia (± 81.000 km) yang menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kekuatan inilah yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Sebagai negara maritim menjadi kebanggaan tersendiri untuk bisa memproduksi kapal laut untuk kepentingan menjaga kedaulatan negara. Lewat PT PAL lahirlah KCR60 yang menjadi salah satu andalan kapal perang Indonesia.

Kapal Cepat Rudal Kelas 60 meter adalah salah satu jenis Kapal Perang Republik Indonesia bertipe Kapal Cepat yang pembuatannya dilakukan PT PAL di Surabaya. KRI 60 meter yang 100% pembuatannya (mulai dari desain, pengadaan, produksi, sampai dengan testing), di lakukan oleh PT PAL Indonesia.

Kelas 60m merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan bermanuver menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula. Serta didesain untuk memiliki ketahanan bernavigasi dalam segala cuaca.

Secara umum Desain Engineering KCR 60M merupakan sarat teknologi dan mensinerjikan dari berbagai disiplin ilmu antara lain : Marine Engineering, Mechanical Engineering, Architecture Engineering, Electrical Engineering, Computer Engineering, dsb. Economic Benefit Social Culture Impact Dimulai dari riset, desain, pengadaan material, pembangunan kapal, sampai dengan test dan trialnya dialkukan oleh anak bangsa (putra-putri terbaik PT PAL).

Di akhir bulan Februari tahun ini PT PAL (Persero) tengah mengerjakan pemesanan kapal perang handal yang akan menjadi alutsista terbaru untuk TNI AL, Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter. Sebanyak dua unit KCR lengkap dengan Sensor Weapon Control (SEWACO) memiliki nilai Rp 1,6 triliun.

“KCR 5 dan 6 ini komplit dengan sistem persenjataan. KCR 3 kita tarik dulu untuk dilengkapi sistem SEWACO. Kami juga lengkapi KCR 4 dengan sistem yang sama di PT PAL,” kata Sekjen Kemenhan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji.

Proyek pemesanan 2 kapal bertenaga maksimum 28 knot tersebut harus diserahkan dalam 24 bulan ke depan untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI AL.

Sebelumnya generasi pertama KCR 60 produksi PT PAL (Persero) diberi nama KRI Sampari - 628, dan generasi keduanya adalah KRI Tombak - 629 yang merupakan kreasi inventor Dr. Ir. Mochamad Zaed Yuliadi, M.Sc. bersama personel PT PAL lainnya. Sementara generasi 3 dan 4 diberi nama KRI Halasan - 630, dan KCR-60 kapal ke-4 dikenal sebagai KRI Kerambit- 627.

Menjadi tantangan tersendiri bagi negara kita yang memiliki kepentingan laut guna memajukan maritimnya. Seiring perkembangan lingkungan strategis, peran laut menjadi signifikan serta dominan dalam mengantar kemajuan negeri ini. Demikian juga pertahanan yang merupakan fungsi vital dan menentukan dalam kehidupan bernegara. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *